Categories
Digital Marketing

3 Pelajaran dari buku Lean Startup

3 hal penting yang saya pelajari dari buku “Lean Startup”. Buku lean startup ini adalah buku yang banyak digunakan sebagai text book untuk membuat perusahaan startup.

Lean Startup

Manfaat buku ini

  • Mengurangi kemungkinan kegagalan startup.
  • Setiap orang bisa jadi pengusaha.
  • Mempercepat proses keberhasilan

Buku Lean Startup ini dikarang oleh Eric Ries, seorang founder bisnis, di IMVU. Ia belajar juga dari buku Steve Blank “The Four Steps to the Epiphany: Successful Strategies for Products that Win”.

Start with small. Start with MVP.

Dalam memulai bisnis, mulailah dengan kecil dulu. Dengan metode Lean startup, menggunakan MVP yaitu Minimum Viable Product. Yaitu versi sederhana dari sebuah produk.

A minimum viable product (MVP) adalah teknik pengembangan produk baru, dengan membuat feature yang “cukup” untuk memuaskan pengguna awal (early adopters). Feature lengkap hanya akan dikembangkan setelah mendapat masukan dari para pengguna awal ini.

Daripada memulai bisnis dengan membuat restoran besar di dalam mall atau ruko, buatlah warung makan kecil dengan makanan/konsep yang sama, dalam versi sederhana. Jika anda berhasil disini, anda bisa membuat versi besarnya lagi.

Always Experiment

Apa yang anda pikirkan belum tentu benar. Inilah dasar dari experiment thinking. Didasarkan pada pola pikir peneliti di laboratorium, yang selalu membuat eksperimen.

Mulai dari sebuah hipotesa, kemudian uji hipotesa kamu, dan buktikan kebenaran atau kesalahannya.

Find your PMF

Sebelum melangkah lebih lanjut, investasi besar, selalu temukan PMF kamu dulu.

Marc Andreessen, penemu browser netscape, menjelaskan “Product/market fit means being in a good market with a product that can satisfy that market.”.

Banyak yang menyebut, PMF adalah saat minimum viable product kita mampu membuat pasar puas atau menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Bagaimana cara menemukan PMF?

Teruslah bereksperimen di awal berbisnis. Jangan ragu bereksperimen dengan bentuk, harga, cakupan produk. Terus mencoba hingga sesuai pasar. Dan pasar mau menerima dengan cepat dan baik.

Apa ciri-cirinya?

Di bisnis startup, biasanya adalah pemakaian produk kita yang sering, kepuasan pelanggan dan pertumbuhan pengguna yang baik.

Di dalam bisnis kecil UKM, (yang patokannya uang), saya melihat biasanya ciri yang paling gampang adalah melihat revenue (rupiah) dan jumlah sales (non rupiah).

Apakah sudah ada kestabilan revenue atau sales selama tiga bulan terakhir?

Jika sudah ada, maka bisnis baru dapat dikembangkan lebih lanjut lagi…